Jumat, 28 Juni 2019

KASUS RACHMAT YASIN, KPK PANGGIL MANTAN KEPALA DESA UNTUK DI PERIKSA

DNA4D - Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan mantan kepala desa Pagelaran, Bogor, Usup. Pemeriksaan Usup, yang juga merupakan kontraktor terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi terhadap mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin.

"Orang yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka RY (Rachmat Yasin)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah yang pernah dikonfirmasi, Jumat (28/6/2019).Agen Togel

Selain Usup, tim investigasi juga akan memeriksa sektor swasta, Muhammad Suhendra. Mirip dengan Usup, Suhendra juga akan ditanyai tentang korupsi dan gratifikasi saudara Bupati Bogor, Ade Yasin.

Sebelumnya, pada hari Kamis, 27 Juni 2019, para penyelidik memeriksa Sekretaris Daerah Bogor Burhanudin, seorang pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor M Amin Arsyad dan PNS di Kantor Distrik Jonggol, M Odan.

"KPK membenarkan bahwa para saksi mengetahui proses dan mekanisme dari 20 hektar lahan yang diduga sebagai persenan untuk tersangka RY sebagai Bupati Bogor," kata juru bicara KPK Febri Diansyah. di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019).

Dalam hal ini, KPK menetapkan Rachmat Yasin, bupati Bogor untuk periode 2009-2014 dalam kasus korupsi. Rachmat Yasin saat ini didakwa dengan tuduhan kasus memeras dan pemotongan unit kerja daerah (SKPD) saat dia menjadi Bupati Bogor.

Rachmat Yasin diduga meminta, menerima, atau mengurangi pembayaran dari beberapa SKPD (  Satuan Kerja Perangkat Daerah ) sejumlah Rp. 8.931.326.223,-. Setiap SKPD diduga memiliki sumber dana yang berbeda untuk memberikan dana kepada Rachmat Yasin.

Uang itu diduga digunakan oleh Rachmat Yasin untuk biaya operasional dan kebutuhan untuk kampanye pemilihan daerah dan pemilihan legislatif daerah yang diadakan pada 2013 dan 2014.

Selain itu, Rachmat Yasin juga telah menerima bonus, termasuk 20 hektar lahan di Jonggol, Kabupaten Bogor dan Toyota Velflre, senilai 825 juta.Bandar Togel

Untuk penerimaan persen dalam bentuk 20 hektar tanah, Rachmat Yasin sengaja meminta bawahannya untuk memeriksa tanah seluas 350 hektar. Pemilik tanah ingin membangun pondok pesantren di atas tanah tersebut.

"Pada 2010, seorang pemilik tanah dengan luas 350 hektar tanah yang terletak di Desa Singasan dan Desa Cibodas, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor ingin mendirikan Pondok Pesantren dan Kota Santri. Untuk alasan ini ia (pemilik tanah) berencana untuk memberikan 100 hektar lahan sehingga pesantren itu terwujud "kata Febri.

Pemilik tanah kemudian menyampaikan niatnya untuk mendirikan pesantren di Rachmat Yasin melalui stafnya. Rachmat Yasin menjelaskan bahwa pemeriksaan status tanah dan kelengkapan dokumen tanah harus dilakukan.

Pada pertengahan 2011, Rachmat Yasin melakukan kunjungan lapangan di sekitar area pembangunan Pondok Pesantren. Melalui wakilnya, Rachmat menyatakan minatnya pada tanah. Rachmat juga meminta agar tanah itu disumbangkan kepadanya.

"Pemilik kemudian memberikan atau menyerahkan area 20 hektar sesuai dengan permintaan RY. Diduga bahwa RY memperoleh persen untuk mempermudah pemberian lisensi untuk lokasi fasilitas asrama Islam dan dari kota Santri, "tambah Pak Febri.Taruhan Togel Online

BEBAS DARI PENJARA


Atas dugaan tindakannya tersebut, diduga bahwa Rachmat Yasin melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto terkait dengan Pasal tersebut. 64 ayat (1) KUHP.

Rachmat Yasin sendiri baru dibebaskan pada 8 Mei 2019 kemarin. Dia sebelumnya pernah terlibat dalam kasus korupsi selama konseling kawasan hutan di Kabupaten Bogor pada tahun 2014 atas nama PT Bukit Jonggol Asri, seluas 2.754 hektar.

Rachmat Yasin divonis 5 tahun 6 bulan penjara. Dalam perkara yang diawali operasi tangkap tangan (OTT) pada 7 Mei 2014, KPK juga memproses FX Yohan Yap (swasta), M Zairin (KepaIa Dinas Pertanian dan Kehutanan Bogor) dan Kwee Cahyadi Kumala, Komisaris Utama PT. Jonggol Asri dan Presiden Direktur PT. Sentul City.HOKIDNA
#sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKTIVIS YANG MASIH DEMO DI MAHKAMAH KONSTITUSI DISEBUT HANYA MENCARI PANGGUNG POLITIK

DNA4D - Wakil presiden tim kampanye nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, dikejutkan oleh para pendukung Prabo...